Mencegah IP Conflict Di Mikrotik menggunakan ARP-Reply Ony

Artikel ini ditujukan untuk para admin jaringan yang sering dibuat pusing oleh para user yang sering mengganti IP komputer mereka dari Obtain (DHCP Client) menjadi static. Perubahan ini dapat menyebabkan policy yang telah diatur jadi berantakan, bahkan juga sering menyebabkan terjadinya IP Conflict, yang akan sulit mendeteksi darimana datangnya IP Conflict tersebut.

Namun bagi admin jaringan yang menggunakan Mikrotik sebagai router sekaligus DHCP server, kini tidak usah khawatir, karena konfigurasi ini dapat memaksa agar client mengeset kembali IP komputer mereka menjadi Obtain IP (DHCP Client). Karena apabila user tersebut memaksa menggunakan IP Static, maka akibat yang terjadi adalah komputer tersebut tidak akan dapat koneksi ke Internet atau ke jaringan lain yang melewati Router Mikrotik tersebut.

Cara konfigurasinya cukup simple :

1. Masuk ke winbox Mikrotik

2. Klik Interfacec, kemudian double klik interface LAN yang digunakan sebagai interface DHCP

3. Pilih di bagian ARP : Reply-Only
dhcponly

4. Konfigurasi di DHCP Server untuk menambahkan ARP ketika terjadi DHCP-lease. Klik IP–>DHCP Server, edit DHCP, check Add ARP for leases
dhcpaddarp (1)

5. Selesai, dan silahkan dicoba koneksi dari komputer yang di set Static IP dan dari komputer yang diset Obtain IP. lihat hasilnya !!

Kemudian ada pertanyaan, bagaimana untuk komputer server atau komputer lain yang memang ingin di set IP Static, namun ingin tetap dapat koneksi ke Internet atau ke network lain melalui Router Mikrotik tersebut?
Yup, jawabannya adalah dengan mengeset ARP static IP komputer yang diinginkan dan Mac-Addressnya di menu IP –> ARP.

Jadi prinsip kerja konfigurasi ini adalah, Router Mikrotik tidak akan pernah melakukan ARP Request untuk IP address-IP Address yang tidak ada di dalam tabel ARP-nya. Karena Interface yang digunakan untuk Interface DHCP yang sekaligus sebagai interface gateway hanya mampu melakukan ARP-Reply saja.
Sehingga router Mikrotik hanya akan meneruskan packet ke tujuan yang sudah ada di ARP table-nya.

Simple khan? Silahkan mencoba..

RIP versi 1, RIP versi 2, IGRP, EIGRP

By Doni Rafael Dasta

Dynamic routing secara umum dapat dibagi menjasi 2 kategori, yaitu Distance Vector dan link state routing protocol. antara lain : Routing Information Protocol (RIP) dibagi lagi ada veri 1,versi 2 dan RIPng , Interior Gateway Routing Protocol (IGRP), Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP), Open Shortest Path First (OSPF).

Routing Information Protocol (RIP)

RIP (Routing Information Protocol) adalah routing protocol yang paling sederhana yang termasuk jenis distance vektor. RIP menggunakan jumlah lompatan (hop count) sebagai metric dengan 15 hop maksimum,Daftar tabel route RIP ini akan di-update setiap 30 detik dan administrative distance untuk RIP adalah 120. Ada tiga versi dari Informasi Routing Protocol: RIPv1, RIPv2, dan RIPng.

* RIP versi 1

menggunakan classful routing. Pembaruan routing periodik tidak membawa subnet informasi, dukungan kurang untuk subnet mask panjang variabel (VLSM). Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki ukuran yang berbeda subnet yang sama dalam kelas jaringan . Dengan kata lain, semua subnet dalam jaringan kelas harus memiliki ukuran yang sama. Juga tidak ada dukungan untuk otentikasi router, membuat RIP rentan terhadap berbagai versi RIP attacks.RIP versi 1 hanya ada jumlah hop 16 (0-15). Jika ada lebih dari 16 hop antara dua router itu gagal untuk mengirim paket data ke alamat tujuan.

* RIP versi 2

Karena kekurangan dari spesifikasi asli RIP, maka RIP versi 2 (RIPv2) di ciptakan,kemampuan yang di miliki untuk membawa informasi subnet, sehingga mendukung classless inter-domain routing(CIDR ). Untuk menjaga kompatibilitas ke belakang, jumlah hop limit 15 tetap. RIPv2 memiliki fasilitas untuk sepenuhnya interoperate dengan spesifikasi awal jika semua protokol bidang Harus Zero dalam pesan RIPv1 yang benar ditentukan. Selain itu, fitur beralih kompatibilitas berbutir interoperabilitas memungkinkan penyesuaian saja. Dalam upaya untuk menghindari beban yang tidak perlu di host yang tidak berpartisipasi dalam routing, multicastRIPv2 tabel routing seluruh untuk semua router berdekatan di alamat 224.0.0.9, sebagai lawan RIPv1 yang menggunakan siaran.Pengalamatan unicast masih diperbolehkan untuk aplikasi khusus.

* RIPng

RIPng (RIP generasi berikutnya) adalah perluasan dari RIPv2 untuk mendukung IP6, generasi berikutnya Internet Protocol. Perbedaan utama antara RIPv2 dan RIPng adalah:

* Dukungan dari jaringan IPv6.
* Meskipun RIPv2 dukungan otentikasi RIPv1 update, RIPng tidak. router IPv6 adalah, pada saat itu, seharusnya menggunakan IPsec untuk otentikasi.
* RIPv2 memungkinkan melampirkan tag sewenang-wenang untuk rute, RIPng tidak;
* mengkodekan RIPv2-hop berikutnya ke setiap entri rute, RIPng membutuhkan pengkodean khusus dari hop berikutnya untuk satu set entri rute.

Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)

IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah juga protocol distance vector yang diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP. Jumlah hop maksimum menjadi 255 dan sebagai metric, IGRP menggunakan bandwidth, MTU, delay dan load. IGRP adalah protocol routing yang menggunakan Autonomous System (AS) yang dapat menentukan routing berdasarkan system, interior atau exterior. Administrative distance untuk IGRP adalah 100.

Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)

Enhanced Interior Gateway routing Protocol (EIGRP) adalah Cisco propretary routing protokol longgar berdasarkan asal IGRP. EIGRP adalah lanjutan jarak vektor-routing protokol, dengan optimasi untuk meminimalkan routing ketidakstabilan yang terjadi setelah perubahan topologi,serta penggunaan dan pengolahan daya bandwidth di router. EIGRP router yang mendukung secara otomatis akan mendistribusikan informasi rute ke tetangga IGRP dengan mengubah metrik EIGRP 32 bit ke 24 bit IGRP metrik. IGRP menggunakan formula dasar yang sama untuk menghitung metrik keseluruhan, perbedaannya adalah bahwa dalam IGRP, formula tidak mengandung faktor skala dari 256. Bahkan, faktor skala ini diperkenalkan sebagai alat sederhana untuk memfasilitasi mundur compatility antara EIGRP dan IGRP: Dalam IGRP, secara keseluruhan metrik adalah nilai 24-bit sedangkan EIGRP menggunakan nilai 32-bit untuk mengekspresikan metrik ini.EIGRP juga mengelola jumlah hop untuk setiap rute, namun hop tidak digunakan dalam perhitungan metrik. Hanya diverifikasi terhadap maksimum yang telah ditetapkan pada EIGRP router (secara default diatur ke 100 dan dapat diubah ke nilai antara 1 dan 255). Rute memiliki jumlah hop maksimum lebih tinggi daripada akan diiklankan sebagai dijangkau oleh router EIGRP.EIGRP mampu menangani classless inter-domain routing (CIDR), yang memungkinkan penggunaan variabel-length subnet mask-salah satu keuntungan utama protokol di atas pendahulunya. Kelemahan utamanya adalah bahwa hal itu hanya berjalan pada peralatan Cisco, yang dapat menyebabkan suatu organisasi yang terkunci terdalam untuk vendor ini.

sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Routing_Information_Protocol

http://en.wikipedia.org/wiki/Interior_Gateway_Routing_Protocol

http://en.wikipedia.org/wiki/Enhanced_Interior_Gateway_Routing_Protocol

Sejarah Windows Terminal Services


By Dhonie – Posted on 12 Juni 2010

Terminal Services Ketika itu Microsoft mengeluarkan sistem operasi untuk lingkungan enterprise yaitu Windows NT 3.1. Setelah ‘membanding-bandingkan’ Windows NT 3.1 dengan Unix ternyata sistem operasi Windows NT 3.1 mempunyai satu kekurangan yaitu ‘multiple user’ seperti yang dimiliki Unix. Lalu Microsoft mulai ‘melirik’ kanan kiri, tepatnya pada tahun 1994 Microsoft ‘Jatuh cinta’ kepada Citrix System dan selanjutnya Microsoft bekerjasama dengan Citrix System untuk mengembangkan sebuah sistem operasi yang ‘multiple user’ seperti halnya Unix. Dari perpaduan antara Microsoft dan Citrix System lahirlah yang namanya Citrix WinFrame yang pada saat itu si ‘buah hati’ telah banyak membuat orang jatuh cinta dan membuat dirinya sukses.

Siapakah dibalik Citrix System?

Yang mengembangkan WinFrame adalah Ed Lacobucci. WinFrame memungkinkan beberapa user berbagi resource untuk digunakan secara bersama-sama seperti CPU, I/O, Port, RAM dan lain-lain melalui sebuah jaringan. Sebelumnya Ed Lacobucci bekerja untuk IBM dalam pengembangan Sistem Operasi IBM/OS2. Ketika itu Ed Lacobucci mempunyai ide untuk ‘mempersenjatai’ IBM/OS2 dengan kemampuan ‘multi user’ tetapi IBM kurang setuju dengan idenya tersebut, dan akhirnya Ed Lacobucci mengundurkan diri dari IBM untuk kemudian mendirikan Citrix System.

Terminal Service juga sering di sebut dengan teknologi Thin Client. Teknologi ini sebenernya sebuah ide lama, masih ingat dengan Mainframe? Ya, teknologi ini terdari dari sebuah komputer Mainframe yang bertindak sebagai server dan beberapa komputer client yang disebut juga sebagai Dump Terminal yang tidak mempunyai processor. Cara kerjanya adalah Dump Terminal mengirimkan data dan informasi lainya ke Mainframe dan selanjutnya Mainframe-lah yang akan melakukan proses, selanjutnya setelah selesai di proses Mainframe akan mengirimkan informasi yang telah diproses ke Dump Terminal kemudian akan memperbaharui tampilan dari Dump Terminal.

Windows NT 4.0 Server, Terminal Server Edition

Kesuksesan WinFrame yang sangat besar dan penggunaan konsep thin-client/server dalam implementasi banyak perusahaan skala enterprise, membuat Microsoft membeli lisensi aplikasi yang dibuat oleh Citrix. Melihat peluang besar itu tepatnya pada tanggal 12 mei 1997 Microsoft yang tidak ingin Citrix pindah ke lain hati maka Microsoft putuskan untuk membeli lisensi Winframe dari Citrix yang pada waktu itu dikenal dengan MultiWin for Windows NT. Dan tidak lama kemudian Microsoft merilis Sistem Operasi Server terbaru yang telah memiliki fitur baru yaitu multi user, Microsoft Windows NT 4.0 server, Terminal Server Edition.

Windows 2000

Windows 2000 yang datang dengan codename = NT5 sejak awal telah dikembangkan dengan kernel yang dapat mendukung operasi multi-user. Pada Windows 2000 fitur multi-user (Terminal services) telah disertakan, tidak seperti windows NT 4.0 yang harus membeli secara terpisah. Pada Windows 2000 kemampuan multi-usernya tidak aktif secara default, kita harus mengaktifkannya secara manual. Terminal Services pada Windows 2000 juga sudah dilengkapi dengan Printer Redirection (User dapat mencetak pada Printer yang terinstal pada PC-nya dari Terminal Services Session), Clipboard Redirection (user dapat meng-copy informasi dari Terminal Services session dan kemudian mem-paste ke PC lokal yg kita pakai) selain itu Terminal Services pada Windows 2000 juga bisa memantau koneksi Client.

Terminal Services pada windows 2000 menggunakan Protocol RDP (Remote Desktop Protocol) yng telah dioptimalkan dan dilengkapi dengan fitur baru seperti bitmap-caching, Aplication Programming Interface (API) untuk para programer.

Windows XP

Pada tanggal 22 Oktober 2001 Microsoft merilis Windows XP, kala itu Windows Server 2003 belum dirilis dan hal ini menjadikan pertama kalinya dalam sejarah Microsoft tidak secara bersamaan merilis sistem operasi client dan servernya , Windows XP sendiri dibangun di atas kode berbasis Windows NT, selain itu windows XP juga sudah di lengkapi Terminal Services dan secara default Terminal Services sudah di aktifkan. Fitur yang ada di Terminal Services adalah Remote Desktop, Remote Assistance dan Fast user-switching. Windows XP juga sudah dilengkapi dengan Terminal Services Client (MSTSC.EXE) untuk melakukan koneksi ke Terminal Server.

Windows 2003

Terminal Service pada Windows Server 2003 sudah semakin baik dibanding versi sebelumnya dan banyak fitur baru yang ditambahkan, Windows Server 2003 selain dikembangkan sebagai penerus dari Windows 2000 juga dirancang untuk melayani Windows XP dan Windows 2000 khususnya client yang menggunakan kode Windows NT.

Fitur-fitur yang terbaru dari Terminal Services Windows Server 2003:

Fitur-fitur pada komputer client
•    Improved Client Interface
•    Client Resource Redirection
•    Client Deployment Options

Fitur-fitur pada komputer server
•    Improved Server Management
•    Security Enhancements
•    Session Directory

Penulis: Andik Susilo

Overview Terminal Services di Windows 2008 Server


By Dhonie – Posted on 12February 2010

Terminal Services Kali ini Microsoft tak mau ketinggalan jauh dengan Citrix untuk teknologi multi-user, dengan menghadirkan banyak fitur baru di Windows 2008 Terminal Services. Dalam Terminal Service Windows 2008 ini Microsoft berusaha membuat pelanggannya untuk tidak perlu lagi membeli Citrix, karena banyak fitur-fitur yang ada di Citrix yang mereka bangun dan kembangkan sendiri dan dihadirkan dalam Terminal Services Windows 2008.

Berikut fitur-fitur baru yang ada di Terminal Services Windows 2008:

  • Terminal Services RemoteApp
  • Terminal Services Web Access
  • Terminal Services Session Broker
  • Terminal Services Gateway
  • Terminal Services Easy Print

Terminal Services RemoteApp

Fitur yang memungkinan user dapat menjalankan aplikasi pada server dengan melalui Terminal Services (TS). TS RemoteApp seperti Citrix’s Application Publishing. Fitur ini sangat cocok digunakan untuk menyebarkan aplikasi yang tersentralisasi. TS RemoteApp juga dapat berjalan berdampingan dengan aplikasi yang ada di user (local). Untuk mengakses TS RemoteAPP ada beberapa cara:

1. Menggunakan Remote Desktop Protocol (.rdp), file ini dapat dibuat dengan menggunakan TS RemoteApp Manager, setelah itu admin akan membagikan ke user yang membutuhkan.
2. Menggunakan Windows Installer Package(.msi package), file ini juga di buat dengan menggunakan TS RemoteApp Manager yang selanjutnya admin membagikan ke user.
3. Selain itu juga bisa melalui Web tapi sebelumnya anda harus mengaktifkan perizinan TS Web Access.

Terminal Services Web Access

Memungkinan user untuk me-remote aplikasi dan desktop yang berada di Terminal Server dari sebuah browser web. Dengan menggunakan TS Web Access user dapat mengakses aplikasi ataupun desktop baik dari Intranet ataupun Internet.

Terminal Services Session Broker

Fitur ini berfungsi untk melakukan load balancing didalam terminal server Farm. Pada windows 2003 Session broker disebut Session Directory, di windows 2003 fitur ini kurang populer karena hanya ada di Windows 2003 Enterprise Edition. Dengan menggunakan TS Session Broker Load Balancing ketika ada session baru, Session broker mencari Terminal server (dalam Terminal Sever Farm) mana yang mempunyai sesion paling sedikit dan di situlah akan di lakukan, dengan demikian beban Terminal Server dapat disamaratakan.

Terminal Services Gateway

Fitur ini memperbolehkan user di luar untuk terhubung ke dalam jaringan private network. Kalau ada yang bertanya: “Bukankah fitur ini sudah ada di TS Web acces, trus apa dong bedanya?” Jawabnya: Beda, untuk TS Web Acces sama dengan Web interface dengan kata lain semua daftar aplikasi yang ada di terminal server ditampilkan di sini, dan untuk menjalankanya kita tinggal klik pada iconnya. Sedangkan TS Gateway mengijinkan RDP client untuk komunikasi dengan Terminal Services menggunakan protokol HTTPS, hal ini membuat koneksi jauh lebih aman karena protokol RDP akan dibungkus (dienkripsi) lagi selain itu dapat berjalan di belakang firewall dan melewati Network Address Translation (NAT), karena HTTPS menggunakan port 443 banyak policy perusahaan yang membuka port tersebut. Dengan menggunakan TS Gateway kita tidak perlu membutuhkan VPN untuk koneksi ke dalam jaringan private network.

Terminal Services Easy print

Fitur ini muncul untuk menyempurnakan fitur printing redirection pada versi Terminal Services sebelumnnya. Dulu untuk melakukan pencetakan dari Terminal Services, driver printer harus di-install di kedua TS client machine dan TS server machine tapi dengan TS easy print maka user dapat mencetak dokumen dari Terminal Services tanpa harus meng-install driver printer pada TS server machine (hanya di TS client machine).

Penulis: Andik Susilo

Tips XP Menyembunyikan Menu Run

Menu Run yang ada di Start Menu berfungsi untuk mengeksekusiatau menjalankan sebuah program yang biasanya
namanya tidak tercatat dalam bagian Start> ALL Programs .

Kita telah berkali-kali menggunakan menu Run ini, yaitu ketika ingin Menjalankan program Registri Editor . Secara
default, menu ini dapat Anda akses dengan mengeklik menu start > Run. Tapi,lewat trik singkat berikut ini itkomputer
akan mencoba menghilangkan menu Run ini dari start menu.

Caranya,masukan ke Registry Editor dan akseslah bagian ini

HKEY-CURRENT-USER-Software-Microsoft- Windows–CurrentVersion –Policies-Exploler.

Buatlah DWORD Value baru dengan mengeklik menu Edit > New> DWORD Value dengan nama NoRun.Setelah itu,klik
NoRun ini dan masukan angka 1 pada bagian Value Data.

Tekan tombol OK dan restart komputer Anda.Sekarng cobalah cari menu Run ini Setelah mengakses tombol Start.

Saran

Lakukan backup registry terlebih dahulu agar sewaktu-waktu bila terjadi kesalahan Anda dapat mengembalikan seting
registry ke keadaan normal.

caranya klik start–>run ketik regedit–lalu Pilih file–>Export–>beri nama file

Cara Sederhana Mengetahui Bad Sector Hard Disk


Komputer anda lambat ? atau bahkan sering hang ? kalau benar itu terjadi, memang banyak penyebab yang dapat menimbulkan komputer anda menjadi lambat antara lain karena terserang oleh virus, data yang tersimpan dalam hard disk terlalu besar kapasitasnya misalnya berupa film-film, foto-foto, selain itu juga bisa jadi karena hard disk anda sudah ada bad sectornya, sehingga proses akses data yang terjadi saat komputer di hidupkan mengalami gangguan pada bad sector sehingga proses baca atau tulis data pada media hard disk menjadi lambat karena terganggu dengan bad sector tadi.
Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah hard disk kita ada bad sectornya atau tidak, bisa menggunakan perintah dos CHKDSK seperti pada praktek kita hari ini atau bisa juga menggunakan software utility seperti Partision Magic, atau lainnya.
Seperti sudah saya sampaikan di atas bahwa kali ini kita mencoba melakukan pemeriksaan secara sederhana pada hard disk kita untuk mengetahui keadan hard disk kita apakah benar-benar sehat atau sedang sakit-sakitan (sakit karena bad sector ya … 🙂

Lakukan cara berikut untuk mengetahui keadaan hard disk anda.
Dari Windows, klik menu Start – All Programs – Accessories – Command Prompt atau bisa juga dengan cara Klik Menu Start – Run, kemudian ketik CMD dan Enter. Kedua perintah di atas untuk mengarah kita kepada window atau jendela COMMAND PROMPT.

Dari Command Prompt ketik perintah CHKDSK C: (perintah boleh menggunakan huruf kecil atau besar sama saja) kemudian Enter, perintah ini untuk mengetahui atau cek hard disk di drive C. Perhatikan gambar di bawah ini.

Hasil dari perintah yang telah diberikan di atas antara lain seperti terlihat dalam gambar berikut ini :

Dari gambar di atas menyampaikan informasi berupa :

  • Total Disk Space, menyatakan besaran kapasitas maksimum dari hard disk
  • n Hiden Files (n menyatakan nilai tertentu), menyatakan besaran kapasaitas yang digunakan oleh file-file yang tersembunyi (file yang tersembunyi ini biasanya adalah file-file sistem operasi)
  • n Folders, menyatakan jumlah folder yang berada dalam satu drive
  • n Files, menyatakan n/Jumlah file yang berada di dalam satu drive
  • Bad Sector, menyatakan jumlah bytes yang terkena bad sector dalam satu drive (jika 0(nol) bytes berarti hard disk anda adalah Sehat dan bilah lebih besar dari 0 (nol) maka hard disk anda sudah ada Bad Sector-nya jadi waspadalah karena dengan adanya bad sector kemungkinan terjadi kerusakan data dapat terjadi kapan saja)
  • Available, menyatakan kapasitas hard disk dalam satu drive yang masih bisa digunakan untuk menyimpan data.

Sekian, semoga bermanfaat…

Mengembalikan Folder Option Yang Hilang

Folder Options merupakan salah satu sub menu dari Tool pada Menu Bar. Folder Options ini sering dijadikan sasaran penyerangan oleh virus. Kenapa?? Ya, karena folder options merupakan fitur yang dapat mengenali virus, sehingga keberadaannya sangat ditakuti oleh virus, khususnya virus lokal. Banyak sekali virus lokal yang menyerang komputer dengan cara menghilangkan folder options. Selain itu juga mendisable beberapa fitur windows untuk menjaga eksistensinya nangkring dalam komputer kamu. Fitur yang sering didisable adalah folder options, run, dan registry. Jadi ketika ketiga fitur tersebut tidak bisa dijalankan maka bisa dipastikan komputer kamu terjangkit virus. Segeralah periksa ke dokter. Sebenarnya ketiga fitur tersebut dapat dikembalikan dengan cara mensetting registry, nah lo!! kan registry juga didisable, gimana dunk?? Pusing pusing pusing………… Pada kali ini kita hanya membahas cara menampilkan folder options. Berikut langkah-langkahnya: 1. Buka Notepad (pilih salah satu yang paling mudah buat kamu) – Start>All Programs>Accessories>Notepad – Win key+R>ketik notepad>enter (dilakukan jika virus belum mendisable run) 2. Copy paste tulisan dibawah ini pada notepade. [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer] “NoFolderOptions”=dword:00000001 3. Setelah itu, save file tersebut. File>Save atau Ctrl+S. Pada file name tulis terserah kamu, tapi diakhiri dengan tulisan “.reg”[dot reg]. Misal: Folder.reg 4. Jalankan file tersebut dengan cara anda, bisa double click. Jika ada peringatan klik Yes dan OK. 5. Terakhir Log Off komputer kamu (start>log off), kemudian Log in lagi. 6. Lihat perubahan pada menu Tool, Folder Options nongol lagi. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Tips & Trick Windows XP


Windows itu LUCU & ANEH ya?

Windows lucuKalau biasanya kita belajar serius, sekarang kita nyante aja ya…? Setuju? Sekarang kita akan main-main dengan windows, sistem operasi yang paling populer saat ini. Ada 6 permainan yang akan kita lakukan. Alatnya: notepad. Jadi nggak butuh software yang macem-macem. Anda akan terheran-heran & geleng-geleng kepala. Okey sudah siap? Lanjut…

Permainan ke-1: Cek apakah antivirus Anda bekerja

Ngomong-ngomong, komputer Anda sudah ada antivirusnya belum? Kalau belum lebih baik ke sini dulu deh, buat nginstall antivirus. Nah kalau sudah, kita cek apakah antivirus Anda bekerja. Caranya buka notepad (Start -> Program -> Accessories -> Notepad). Copy-paste kode ini di notepad:

X5O!P%@AP[4\PZX54(P^)7CC)7}$EICAR-STANDARD-ANTIVIRUS-TEST-FILE!$H+H*

Tutup notepad. Kalau ada pertanyaan “do you want to save?” jawab “Yes”. Gimana? file tadi hilang kemana? Masih belum hilang? Rename dari ekstensi TXT menjadi EXE, depannya terserah. Sebelumnya perlihatkan ekstensi file dulu yah (Tool -> Folder Option -> View, uncheck pada pilihan hide extension).

Permainan ke-2: Membuat virus palsu

Buka notepad. Copy paste kode ini:

lol=msgbox (”Virus berbahaya terdeteksi di komputer Anda. Pilih YES untuk memformat harddisk Anda sekarang, atau NO untuk memformat harddisk setelah restart.”,20,”Warning”)

Save dengan nama virus-palsu.vbs Klik double file tadi. Nah, serem kan? Tapi itu cuma bohongan kok. Sekarang klik kanan start menu, pilih explore. Taruh file tadi di folder Start Menu -> Programs -> Startup. Maka virus gadungan tadi akan muncul setiap kali windows start. Lumayan kalau dipasang di komputer teman bisa ngagetin 🙂

Permainan ke-3: Tidak bisa membuat folder

Buat sebuah folder di mana saja dengan nama CON, huruf kecil atau huruf besar nggak masalah. Bagaimana? Bisa nggak?

Permainan ke-4: Rahasia Microsoft Word

Kalau Anda masih membuka dokumen Microsoft Word, simpan dan tutup dulu. Soalnya Anda nggak tahu apa yang akan terjadi. Sekarang ketik kalimat ini:

=rand (200, 99)

Kemudian tekan enter. Maka akan terjadi keanehan!

Permainan ke-5: Bush hid the facts

Copy-paste atau ketik tanpa tanda petik di notepad: “Bush hid the facts” . Kemudian simpan dan tutup notepad. Buka lagi file tadi. Tulisannya berubah jadi apa?

Permainan ke-6: .LOG file

Buka notepad. Baris paling atas, ketik .LOG (ada titiknya lho), kemudian ENTER. Save dan tutup notepad. Sekarang buka lagi file tadi. Tulis apa saja di bawah tulisan .LOG, simpan kemudian tutup. Buka lagi file tadi, sekarang ada jamnya ya? Tulis sesuatu lagi, simpan kemudian tutup. Yang jelas setiap kali kita membuka dan menyimpan, selalu ada waktu yang mengikuti. Itu gara-gara baris pertamanya .LOG

Selamat mencoba!

Jenis-jenis Booting

Dalam perangkat keras berarti proses mengaktifkan komputer sampai diambil alih oleh sistem operasi, yang disebut juga dengan istilah bootstrap.

Ketika listrik pada komputer dinyalakan, aliran listrik mengalir ke bagian chip yang ada beserta ke rangkaian elektronik lainnya yang tersambung pada mesin tersebut. Umumnya beberapa komponen bersikap menunggu hingga mendapatkan suatu perintah untuk bekerja, tetapi ada satu chip yang disebut dengan ROM BIOS (singkatan dari Read Only Memory, Basic Input/Output System, kadangkala cukup disebut dengan BIOS saja), bekerja mengambil kendali pada saat awal sistem mendapat aliran listrik pertama kali. BIOS ini berisi seluruh jenis perintah untuk hal ini, sehingga program tersebut harus sudah diisikan ke dalam BIOS itu tadi. Dengan diambil alihnya pengaturan komputer oleh BIOS, maka dengan demikian berarti CPU siap untuk bekerja. Boot merupakan peristiwa untuk memulai operasi dari sebuah komputer, pada saat komputer mulai diaktifkan, komputer melakukan serangkaian kegiatan awal untuk mempersiapkan sistem agar siap digunakan, diantaranya melakukan diagnosa terhadap kelengkapan perangkat serta pengecekan dasar dari masing-masing perangkat yang akan mendukung kerjanya. Setelah dilaksanakan diagnosa, maka langkah berikutnya adalah mengambil sistem operasi sebagai pengontrol kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh sistem. Jenis-jenis Boot Berdasarkan keadaan kejadian dari proses booting ini, terdapat beberapa boot, yaitu:
cold boot, boot yang terjadi ketika komputer dari dalam keadaan mati, kebalikan dari warm boot.
warm boot, proses boot yang terjadi ketika komputer diberikan arus listrik kembali, dimana arus listrik dimatikan hanya sejenak, dengan tujuan untuk mengulang kembali proses komputer dari awal, kebalikan dari cold boot. Warm boot ini biasanya terjadi karena software crash atau terjadi pengaturan ulang dari sistem.
soft boot, proses boot yang dikendalikan melalui sistem.
hard boot, proses boot yang terjadi dengan cara dipaksa, kebalikan dari soft boot.
reboot, peristiwa mengulang kembali sistem dari awal, reboot ini terjadi karena beberapa hal, diantaranya seperti sistem tidak bereaksi dalam beberapa lama, terjadi perubahan setting dari sistem.

Sejarah Sistem Operasi dari DOS, Windows sampai Linux


Jangan melupakan sejarah …!
Kalimat ini bukan hanya berlaku di dunia nyata, tetapi juga di dunia komputer, khususnya dunia sistem operasi.

Mempelajari sejarah memang menarik, bahkan sekalipun itu hanya sejarah sistem operasi / operating system (OS) suatu komputer. Paling tidak dengan mempelajari sejarah sistem operasi komputer, wawasan kita bertambah luas dan tidak hanya berkutat pada satu sistem operasi saja.

Artikel ini akan menguraikan sejarah sistem operasi dari DOS, Mac, Windows, BSD, sampai Linux.

1980

  • QDOS  : Tim Paterson dari Seattle Computer menulis QDOS yang dibuat dari OS terkenal pada masa itu, CP/M. QDOS (Quick and Dirty Operating System) dipasarkan oleh Seatle Computer dengan nama 86-DOS karena dirancang untuk prosesor Intel 8086.
  • Microsoft : Bill Gates dari Microsoft membeli lisensi QDOS dan menjualnya ke berbagai perusahaan komputer.

1981

  • PC­ DOS : IBM meluncurkan PC­ DOS yang dibeli dari Microsoft untuk komputernya yang berbasis prosesor Intel 8086.
  • MS­ DOS : Microsoft menggunakan nama MS­ DOS untuk OS ini jika dijual oleh perusahaan diluar IBM.

1983

  • MS­ DOS 2.0 : Versi 2.0 dari MS­ DOS diluncurkan pada komputer PC XT.

1984

  • System 1.0 : Apple meluncurkan Macintosh dengan OS yang diturunkan dari BSD UNIX. System 1.0 merupakan sistem operasi pertama yang telah berbasis grafis dan menggunakan mouse.
  • MS ­DOS 3.0 : Microsoft meluncurkan MS DOS 3.0 untuk PC AT yang menggunakan chip Intel 80286 dan yang mulai mendukung penggunaan hard disk lebih dari 10 MB.
  • MS ­DOS 3.1 : Microsoft meluncurkan MS­DOS 3.1 yang memberikan dukungan untuk jaringan.

1985

  • MS ­Windows 1.0 : Microsoft memperkenalkan MS­Windows, sistem operasi yang telah menyediakan  lingkungan berbasis grafis (GUI) dan kemampuan multitasking. Sayangnya sistem operasi ini sangat buruk performanya dan tidak mampu menyamai kesuksesan Apple.
  • Novell Netware : Novell meluncurkan sistem operasi berbasis jaringan Netware 86 yang dibuat untuk prosesor Intel 8086.

1986

  • MS­ DOS 3.2 : Microsoft meluncurkan MS­ DOS 3.2 yang menambahkan dukungan untuk floppy  3.5 inch 720 KB.

1987

  • OS/2 : IBM memperkenalkan OS/2 yang telah berbasis grafis, sebagai calon pengganti IBM PC DOS.
  • MS­ DOS 3.3 : Microsoft meluncurkan MS­ DOS 3.3 yang merupakan versi paling populer dari MS DOS.
  • Windows 2.0 : Windows versi 2.0 diperkenalkan.
  • MINIX : Andrew S. Tanenbaum mengembangkan Minix, sistem operasi berbasis Unix yang ditujukan  untuk pendidikan. MINIX nantinya menginspirasi pembuatan Linux.

1988

  • MS­ DOS 4.0 : Microsoft mengeluarkan MS­DOS 4.0 dengan suasana grafis.
  • WWW : Proposal World Wide Web (WWW) oleh Tim Berners­Lee.

1989

  • NetWare/386 (juga dikenal sebagai versi 3) diluncurkan oleh Novell untuk prosesor Intel 80386.

1990

  • Perpisahan : Dua perusahaan raksasa berpisah, IBM berjalan dengan OS/2 dan Microsoft berkonsentrasi pada Windows.
  • Windows 3.0 : Microsoft meluncurkan Windows versi 3.0 yang mendapat sambutan cukup baik.
  • MS­Office : Microsoft membundel Word, Excel, dan PowerPoint untuk menyingkirkan saingannya seperti Lotus 1­2­3, Wordstar, Word Perfect dan Quattro.
  • DR DOS : Digital Research memperkenalkan DR DOS 5.0.

1991

  • Linux 0.01 : Mahasiswa Helsinki bernama Linus Torvalds mengembangkan OS berbasis Unix dari sistem operasi Minix yang diberi nama Linux.
  • MS DOS 5.0 : Microsoft meluncurkan MS­DOS 5.0 dengan penambahan fasilitas full­-screen editor,  undelete, unformat dan Qbasic.

1992

  • Windows 3.1 : Microsoft meluncurkan Windows 3.1 dan kemudian Windows for Workgroups 3.11 di tahun berikutnya.
  • 386 BSD : OS berbasis Open Source turunan dari BSD Unix didistribusikan oleh Bill Jolitz setelah meninggalkan Berkeley Software Design, Inc (BSDI). 386 BSD nantinya menjadi induk dari proyek Open Source BSD lainnya, seperti NetBSD, FreeBSD, dan OpenBSD.
  • Distro Linux : Linux didistribusikan dalam format distro yang merupakan gabungan dari OS plus program aplikasi. Distro pertama Linux dikenal sebagai SLS (Softlanding Linux System).

1993

  • Windows NT : Microsoft meluncurkan Windows NT, OS pertama berbasis grafis tanpa DOS  didalamnya yang direncanakan untuk server jaringan.
  • Web Browser : NCSA memperkenalkan rilis pertama Mosaic, browser web untuk Internet.
  • MS­ DOS 6.0 : Microsoft memperkenalkan MS­DOS 6.0 Upgrade, yang mencakup program kompresi  harddisk DoubleSpace.
  • Slackware : Patrick Volkerding mendistribusikan Slackware Linux yang menjadi distro populer pertama di kalangan pengguna Linux.
  • Debian : Ian Murdock dari Free Software Foundation (FSF) membuat OS berbasis Linux dengan nama Debian.
  • MS­ DOS 6.2 : Microsoft meluncurkan MS­DOS 6.2.
  • NetBSD : Proyek baru OS berbasis Open Source yang dikembangkan dari 386BSD dibuat dengan menggunakan nama NetBSD.
  • FreeBSD : Menyusul NetBSD, satu lagi proyek yang juga dikembangkan dari 386BSD dibuat dengan  nama FreeBSD.

1994

  • Netscape : Internet meraih popularitas besar saat Netscape memperkenalkan Navigator sebagai browser Internet.
  • MS­DOS 6.22 : Microsoft meluncurkan MS­DOS 6.22 dengan program kompresi bernama DriveSpace. Ini merupakan versi terakhir dari MS DOS.
  • FreeDOS : Jim Hall, mahasiswa dari Universitas Wisconsin­River Falls Development mengembangkan FreeDOS. FreeDOS dibuat setelah Microsoft berniat menghentikan dukungannya untuk DOS dan menggantikannya dengan Windows 95.
  • SuSE : OS Linux versi Jerman dikembangkan oleh Software und System Entwicklung GmbH (SuSE) dan dibuat dari distro Linux pertama, SLS.
  • Red Hat : Marc Ewing memulai pembuatan distro Red Hat Linux.

1995

  • Windows 95 : Microsoft meluncurkan Windows 95 dengan lagu Start Me Up dari Rolling Stones dan terjual lebih dari 1 juta salinan dalam waktu 4 hari.
  • PC DOS 7 : IBM memperkenalkan PC DOS 7 yang terintegrasi dengan program populer pengkompres data Stacker dari Stac Electronics. Ini merupakan versi terakhir dari IBM PC DOS.
  • Windows CE : Versi pertama Windows CE diperkenalkan ke publik.
  • PalmOS : Palm menjadi populer dengan PalmOS untuk PDA.
  • OpenBSD : Theo de Raadt pencetus NetBSD mengembangkan OpenBSD.

1996

  • Windows NT 4.0 : Microsoft meluncurkan Windows NT versi 4.0

1997

  • Mac OS : Untuk pertama kalinya Apple memperkenalkan penggunaan nama Mac OS pada Mac OS 7.6.

1998

  • Windows 98  : Web browser Internet Explorer menjadi bagian penting dari Windows 98 dan berhasil  menumbangkan dominasi Netscape Navigator.
  • Server Linux : Linux mendapat dukungan dari banyak perusahaan besar, seperti IBM, Sun Microsystem dan Hewlet Packard. Server berbasis Linux mulai banyak dipergunakan menggantikan  server berbasis Windows NT.
  • Google : Search Engine terbaik hadir di Internet dan diketahui menggunakan Linux sebagai  servernya.
  • Japan Goes Linux : TurboLinux diluncurkan di Jepang dan segera menjadi OS favorit di Asia, khususnya di Jepang, China dan Korea.
  • Mandrake : Gael Duval dari Brazil mengembangkan distro Mandrake yang diturunkan dari Red Hat.

1999

  • Support : Hewlett Packard mengumumkan  layanan 24/7 untuk distro Caldera, Turbo Linux, Red Hat dan SuSE.
  • Corel Linux : Corel pembuat program Corel Draw, yang sebelumnya telah menyediakan Word Perfect versi Linux, ikut membuat OS berbasis Linux dengan nama Corel Linux dan yang  nantinya beralih nama menjadi Xandros.

2000

  • Mac OS/X : Mac OS diganti dengan mesin berbasis BSD Unix dengan kernel yang disebut sebagai Mac OS/X.
  • Windows 2000: Microsoft meluncurkan Windows 2000 sebagai penerus Windows NT.
  • Windows Me : Microsoft meluncurkan Windows Me, versi terakhir dari Windows 95.
  • China Goes Linux : Red Flag Linux diluncurkan dari Republik Rakyat China.
  • Microsoft vs IBM : CEO Microsoft Steve Ballmer menyebut Linux sebagai kanker dalam sebuah  interview dengan Chicago Sun­Times. Di lain pihak, CEO IBM Louis Gartsner menyatakan dukungan  pada Linux dengan menginvestasikan $ 1 milyar untuk pengembangan Linux.

2001

  • Windows XP : Microsoft memperkenalkan Windows XP.
  • Lindows: Michael Robertson, pendiri MP3.com, memulai pengembangan Lindows yang diturunkan dari Debian. Nantinya Lindows berganti nama menjadi Linspire karena adanya tuntutan  perubahan nama oleh Microsoft.

2002

  • Open Office : Program perkantoran berbasis Open Source diluncurkan oleh Sun Microsystem.
  • OS Lokal : OS buatan anak negeri berbasis Linux mulai bermunculan, diantaranya Trustix Merdeka,  WinBI, RimbaLinux, Komura.

2003

  • Windows 2003 : Microsoft meluncurkan Windows Server 2003.
  • Fedora : Redhat mengumumkan distro Fedora Core sebagai penggantinya. Nantinya ada beberapa distro lokal yang dibuat berbasiskan Fedora, seperti BlankOn 1.0 dan IGOS Nusantara.
  • Novell : Ximian, perusahaan pengembang software berbasis Linux dibeli oleh Novell, begitu juga halnya dengan SuSE yang diakuisisi oleh Novell.
  • LiveCD : Knoppix merupakan distro pertama Linux yang dikembangkan dengan konsep LiveCD  yang bisa dipergunakan tanpa harus diinstal  terlebih dahulu. Distro lokal yang dibuat dari Knoppix  adalah Linux Sehat dan Waroeng IGOS.

2004

  • Ubuntu : Versi pertama Ubuntu diluncurkan dan didistribusikan ke seluruh dunia. Ada beberapa  versi distro yang dikeluarkan, yaitu Ubuntu (berbasis Gnome), Kubuntu (berbasis KDE), Xubuntu (berbasis XFCE), dan Edubuntu (untuk pendidikan).

2005

  • Mandriva : Mandrake bergabung dengan Conectiva dan berganti nama menjadi Mandriva.

2006

  • Unbreakable Linux : Oracle ikut membuat distro berbasis Linux yang diturunkan dari Red Hat Enterprise.
  • CHIPLux : Distro lokal terus bermunculan di tahun ini, bahkan Majalah CHIP yang lebih banyak memberikan pembahasan tentang Windows juga tidak ketinggalan membuat distro Linux dengan nama CHIPLux, yang diturunkan dari distro lokal PC LINUX dari keluarga PCLinuxOS (varian Mandriva). CHIPLux merupakan distro lokal pertama yang didistribusikan dalam format DVD.

2007

  • Vista : Setelah tertunda untuk beberapa lama, Microsoft akhirnya meluncurkan Windows Vista. Windows Vista memperkenalkan fitur 3D Desktop dengan Aero Glass, SideBar, dan Flip 3D. Sayangnya semua keindahan ini harus dibayar mahal dengan kebutuhan spesifikasi komputer yang sangat tinggi.

2008

  • 3D OS : Tidak seperti halnya Vista yang membutuhkan spesifikasi tinggi, 3D Desktop di Linux muncul dengan spesifikasi komputer yang sangat ringan. Era hadirnya teknologi 3D Desktop di Indonesia ditandai dengan hadirnya sistem operasi 3D OS yang dikembangkan oleh PC LINUX. Ada beberapa versi yang disediakan, yaitu versi 3D OS untuk pengguna umum serta versi distro warnet Linux dan game center Linux.